Rabu, 08 Oktober 2014

Berkah Penyembelihan Hewan Secara Islami

Di setiap perhelatan kurban, umat Islam di Eropa, Amerika Serikat, Australia, ataupun di daerah yang mereka adalah minoritas, kerap mendapat kritikan mengenai perlakuan terhadap hewan kurban. Mereka menyebut penyembelihan hewan kurban tak manusiawi. Benarkah demikian? Ternyata riset membuktikan, justru penyembelihan dengan cara islami membuat binatang ternak tak merasa sakit.

Menurut Kebijakan tentang penyembelihan hewan berdasarkan aturan Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSCPA) Australia menyatakan bahwa binatang harus dibunuh seketika atau dibuat pingsan sampai menghadapi kematian. Adapun caranya bervariasi, mulai dari pemingsanan hingga tembak dikepala. Istilah ini disebut “Penjagalan Hewan yang Berperikemanusiaan”.

Dalam waktu 24 jam sebelum disembelih, hewan diperiksa oleh petugas inspeksi untuk memastikan hewan yang disembelih sehat dan sebelum disembelih, hewan berjalan sebuah jalur penyembelihan dan memasuki sebuah kotak pada rumah penyembelihan.

Pada hitungan detik, operator membuat hewan pingsan. Berbagai cara untuk membuat pingsan seperti penyetruman hingga penggunaan gas karbondioksida. Proses ini memastikan hewan tidak sadar dan peka terhadap rasa sakit sebelum akhirnya diproses.

Memang tidak semua tempat penjagalan hewan di Australia menggunakan cara yang konvensional. Ada juga tempat penyembelihan yang islami dan bahkan mempekerjakan komunitas Islam untuk menjagal hewan sesuai syariat Islam. Namun tetap saja pandangan orang barat umumnya masih belum terbuka akan hal ini.

Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

Perlu diketahui bahwa syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.


Namun, penelitian yang dilakukan ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman, Prof.Dr. Schultz dan Dr. Hazim mengungkapkan fakta yang berbeda terkait penyembelihan hewan secara islami maupun ala barat. Penelitian yang menggunakan teknologi elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG) yang dipasang pada otak sapi dewasa dan  Electro Cardiograph (ECG)  yang merekam aktivitas jantung. Kedua alat tersebut merekam aktivitias penyembelihan menurut syariat Islam dan penyembelihan menurut ala barat.

Pada penyembelihan yang sesuai syariat islam, grafik EEG menunjukan hasil yang stabil hingga mencapai nol. Tiga detik setelah hewan disembelih dan ketiga saluran pada leher sapi terputus, terjadi penurunan grafik secara bertahap. Hal itu mengindikasikan hewan mulai kehilangan kesadaran dan tidak ada rasa sakit yang dialami.

Hewan yang disembelih tersebut mengalami kejadian Deep Sleep setelah kehilangan kesadaran. Setelah itu terdapat aktivitas luar biasa yang direkam ECG pada jantung. Jantung menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Ini terjadi karena refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang.

Darah hewan yang terpompa keluar dari tubuh dengan maksimal oleh jantung menghasilkan kualitas daging yang sehat serta layak konsumsi. Darah yang terjebak pada daging dan urat dapat membeku yang menjadikan daging tidak sehat.

Lain halnya dengan proses penyembelihan ala barat. Lazimnya mereka melakukan proses proses stunning (pemingsanan) yang menyebabkan sapi terhuyung jatuh dan roboh. Hewan mudah disembelih karena tidak meronta-ronta dan kelihatannya tidak mengalami rasa sakit. Namun ketika disembelih, darah yang keluar sedikit.

Aktivitas yang terekam pada grafik EEG menunjukan terjadinya kenaikan. Hal tersebut diindikasikan bahwa hewan sebelum disembelih mengalami tekanan rasa sakit sebelum akhirnya pingsan. Rasa sakit yang luar biasa menyebabkan jantung berhenti berdetak lebih awal sebelum akhirnya, dapat menarik darah keluar lebih banyak dari tubuh hewan. Grafik ECG menunjukan penurunan aktivitas jantung yang signifikan.

Pada hewan yang disembelih ala barat darahnya tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan daging yang tidak sehat dan  menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia.

Menurut K.H. Aceng Karimullah, anggota Majelis Taujih Wa Al Irsyad DPP LDII dalam Islam, Nabi Muhammad mengajarkan bahwa menyembelih hewan kurban juga membantu mempercepat kematian hewan tersebut tanpa menyakiti. Sebab, ketika menyembelih memutus 3 urat utama di leher sehingga darah lebih cepat habis. Sebelumnya, penyembelih harus menajamkan pisau yang akan digunakan terlebih dahulu agar memudahkan proses sembelih. (Noni/Khoir/LINES)

MERAYAKAN IDUL ADHA 1435H


Minggu 5 Oktober 2014

Pada hari Minggu tanggal 5 Oktober 2014 seluruh pengurus Takmir, Jamaah pengajian Masjid Baitul Muqorobin dan pengurus Lembaga Pendidikan Islam Baitul Muqorobin Dukuh Duduhan Kelurahan Mijen Kecamatan Mijen melaksanakan penyembelihan hewan qurban setelah sholat Ied di halaman Kantor Polisi Sabhara Mijen. Dan Alhamdulillah kita tahun ini dapat menyembelih sapi 3 ekor. 
Dan seperti biasanya daging qurban dibagikan ke warga Dukuh Duduhan dan sekitarnya. Total bungkusan daging yang dibagikan kurang lebih 400 bh.
Berikut moment-moment selama prosesi penyembelihan hewan qurban:
1. Hewan qurban


2. Petugas Jagal (penyembelih) berpose ala Pattimura + pedangnya siap execusi....



3. Execusi penyembeliahan


Tak ketinggalan pada hari Rabu tanggal 8 Oktober 2014 siswa-siswi TPQ dan PAUD Baitul Muqorobin juga menikmati sebagian daging qurban dengan cara diolah menjadi bakso. Sebelum makan bakso bersama siswa-siswi TPQ dan PAUD melakukan senam bersama yang dipimpin Bu Dwi salah satu guru di TPQ.



Kamis, 11 September 2014

LOGO LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM BAITUL MUQOROBIN




ARTI LAMBANG:
1.       Bingkai segi lima       : 5 Sila Pancasila
2.       Buku/ Kitab             : Ilmu yang berlandaskan Quran dan Hadist
3.       Pena                    : Melambangkan pengamalan ilmu yang didapatkan
4.       Telapak Tangan yang 
     menopang bola dunia     : Jika ilmu telah didapatkan maka keberhasilan dunia                                dan akhirat insya Allah ada pada genggaman tangan                                (akan diraih)
5.       Bola dunia              : Menggambarkan dunia/ kehidupan didunia
6.       Tunas tanaman           : Menggambarkan generasi muda sebgai tunas bangsa
7.       Bintang lima            : Rukun Islam dan Kehidupan setelah duniawi

Arti  Keseluruhan:

"Generasi muda yang memiliki ilmu agama Islam yang berlandaskan Al Quran dan Hadist dan dapat mengamalkannya didunia maka akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat"



Jumat, 29 Agustus 2014

PROGRAM PEMBELAJARAN TPQ BAITUL MUQOROBIN

Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Baitul Muqorobin berdiri sejak tahun 2009. Setelah melalui proses dengan modal SDM dan sejumlah siswa yang ada maka sejak tahun 2011 akhirnya TPQ Baitul Muqorobin mendapatkan ijin operasional dari Kemenag Kota Semarang.
Berbagai perbaikan dari sisi pengelolaan seperti tata kelola pengurus dan kurikulum sudah dilakukan hingga akhirnya tersusun kurikulum yang terbagi dalam kelas-kelas sbb:
1. Kelas Husen
2. Kelas Ali
3. Kelas Usman
4. Kelas Umar
5. Kelas Abu Bakar
6. Kelas Buhori




Mulai tahun 2014 ini diadakan Ujian Akhir Program di kelas Abu Bakar dengan ditandai dengan khatam tilawati jilid 6. Adapun kompetensinya adalah sbb:
1. Tartil membaca Alquran dengan nada tilawati
2. Terampil menulis Arab/ pegon
3. Terampil praktek toharoh/sesuci : wudlu 
4. Terampil praktek ibadah Sholat wajib dan sunnah 
6. Hafal doa-doa harian
7. Hafal surat-surat pendek Alquran

Alhamdulillah bulan Juni 2014 sudah dilaksanakan Ujian Akhir Program di kelas Abu Bakar yang diikuti 7 orang siswa dan dinyatakan Lulus semua.
Karena mulai tahun depan di kelas Umar sudah dapat menghatamkan Tilawati jilid 6, akan tetapi Ujian Akhir Program TPQ. Akan tetapi kompetensinya akan ditambahkan yaitu khatam Juz 30 Alquran.

PROGRAM PAUD dan TPQ BAITUL MUQOROBIN

         Mulai tahun 2014 Lembaga Pendidikan Baitul Muqorobin membuka kelas PAUD dikarenakan tuntutan masyarakat yang ingin mendapatkan pendidikan agama untuk anak-anaknya yang berusia 3-5 tahun. Alhamdulillah saat ini PAUD Baitul Muqorobin sudah menerima siswa untuk Kelas PAUD berjumlah kurang lebih 30 anak. Karena sesuai Juknis Penyelenggaraan PAUD sesuai Permendikbud nomo 36 tahun 2010 tidak boleh setiap hari untuk kegiatan belajar kelas PAUD dan katagori umur maka kelas PAUD Baitul Muqorobin dibagi 2 kelas, yaitu:
1. Kelas Hasan A (untuk umur 3-4 th)
2. Kelas hasan B (untuk umur 5-6 th)


KELAS
HARI
HUSEN A (3 th)
Selasa
Kamis
Jumat
HUSEN B (4 th)
Senin
Rabu
Jumat



Kegiatan Pembelajaran di kelas PAUD

Pada hari Jumat ditetapkan sebagai hari Sodakoh yang bertujuan mengajarkan siswa untuk bersodakoh. Dan pada hari Jumat Minggu keempat tiap bulan diadakan program extrafooding. Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang bermain dan pemberian makanan asupan yang bergizi.
Adapun Prinsip-Prinsip Kegiatan pembelajaran di PAUD Baitul Muqorobin adalah:
1. Mendasarkan pada nilai-nilai Alquran dan Alhadist
    Diajarkan tentang pengenalan huruf dan angka Alquran
2. Berorientasi pada kebutuhan anak 
    Diajarkan nilai-nilai sosial yang mengaju kepada kebutuhan akan rasa aman, dihargai, tidak     dibeda-bedakan dan bersosialisasi
3. Kegiatan belajar dilakukan sambil bermain
    Pembelajaran dilakukan dengan menyenangkan sambil bermain dengan memasukan nilai-       nilai aqidah, ibadah, sains, matematik, seni dan kreativitas. Selama bermain mendapatkan       pengalaman untuk mengembangkan aspek-aspek fisik/motorik, kognitif, bahasa dll.
4. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
    Pemanfaatan bahan-bahan dari lingkungan yang tidak berbahaya bagi kesehatan, seperti:         tanah liat, daun, biji-bijian dll.
Kompetensi yang akan dicapai di Kelas Hasan adalah:
1. Mengenal huruf dan angka hijaiyah/ Arab
2. Hafal doa-doa sehari-hari
3. Hafal surat-surat pendek AlQuran
4. Akhlaq

PROFIL


Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Baitul Muqorobin Duduhan didirikan pada tahun 2009 oleh para Pengurus Masjid Baitul Muqorobin yang bertujuan untuk mendidik baca tulis Alquran dan kepada anak-anak di lingkungan sekitar masjid khususnya, di Pedukuhan Duduhan, Dudak Kelurahan Mijen dan Pedukuhan Secekel Kelurahan Jatibarang pada umumnya. Pada tahun 2011 TPQ kami sudah mendapatkan ijin operasional dari Kemenag  dengan nomor KD.11.33/6/BA.00/68.01.1/7196/2011 dengan Nomor Statistik Taman Pendidikan Alquran (NSTPQ) : 411233740139 tertanggal 22 Juli 2011. Dan pada 2012 TPQ Baitul Muqorobin sudah resmi ada naungannya yaitu Lembaga Pendidikan Islam Baitul Muqorobin yang di tandai dengan diterbitkannya akta no 12 tertanggal 7 November 2012 oleh pejabat Notaris Bapak Masyhuri, SH yang beralamat di Jl. Supriyadi no 4A. Semarang.
Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Baitul Muqorobin yang terletak di Dukuh Duduhan RT 002 RW 005 Kelurahan Mijen Kecamatan Mijen Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah merupakan lembaga pendidikan baca Al quran dan As Sunnah yang didirikan pada tahun 2009.
Adapun visi dan misi dari TPQ Baitul Muqorobin Dk. Duduhan ini adalah : menjadikan TPQ Baitul Muqorobin sebagai tempat menimba ilmu agama Islam terutama Alquran dan As sunnah (Hadist) dan mengajarkan kepada generasi muda dari mulai usia dini hingga beranjak dewasa tentang bacaaan dan makna Alquran dan Hadist serta terampil mengajarkan/ menyampaikan ilmu agama yang didapatkan.
Kegiatan belajar dan mengajar di TPQ Baitul Muqorobin ini terbagi menjadi 7 (tujuh) kelas. Lebih jelasnya lihat table di bawah ini.
NO
KELAS
UMUR
(Tahun)
JUMLAH SISWA
JUMLAH TOTAL
LL
PR
1
HASAN/ PAUD
3 – 6
14
10
24
2
HUSEN
6 – 7
13
7
14
3
ALI
7 – 8
11
9
11
4
USTMAN
8 – 9
4
6
10
5
UMAR
9 – 10
6
4
10
6
ABU BAKAR
10 – 11
4
3
7
7
BUKHORI
11 – 15
15
10
25
JUMLAH

67
49
116

Selain kegiatan belajar mengajar atau intra kurikuler, di TPQ juga terdapat kegiatan extra kurikuler yaitu sepak bola dan pencak silat.
SEKILAS PROFIL
TPQ BAITUL MUQOROBIN
DK. DUDUHAN KELURAHAN MIJEN KECAMATAN MIJEN
KOTA SEMARANG

I.     NAMA INSTITUSI

NAMA LEMBAGA   : LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM BAITUL MUQOROBIN
Tahun Berdiri             : 2012
Badan Pendiri           :   1. H. Kastam Rusdiyanto
                                        2. Muadi
Nama Ketua              : Mohamad Sofie, ST
Sekretaris                  : Ardiyanto
Bendahara                 : Heri Pranoto
                       
Alamat                        Jl. Kalimas Raya Dk. Duduhan RT 002/ RW V
Kelurahan                   Mijen
Kecamatan                : Mijen
Kota                            : Semarang
Provinsi                      : Jawa tengah

Kepala TPQ               : Basuki
Kepala PAUD            : Anis Noor Lailly, S.Pd

II. STAF DAN GURU                    
NO
KETERANGAN
JENIS KELAMIN
JML
L
P
1
STAFF
2
-
2
2
GURU
-
6
6

III. SISWA/SISWI
NO
TAHUN
JML
1
2009
47

2
2010
57

3
2011
67

4
2012
78

5
2013
92

6
2014
116



IV. SARANA DAN PRASARANA
NO
SARANA DAN PRASARANA
JUMLAH
SATUAN
1
Ruang Kantor   
1
Buah
2
Komputer
1
Unit
3
Printer
1
Unit
4
Papan Tulis
4
Buah
5
Meja belajar/ Dampar
36
Buah
6
Meja Kantor
2
Buah
7
Kursi kantor
2
Buah
8
Lemari Buku
0
Buah
9
Ruang Perpustakaan
1
Buah
10
Sarana permainan
5 set
Buah
11
LCD Projector
0
Unit
  
V. LOKASI
Kegiatan belajar mengajar dilakukan dalam masjid Baitul Muqorobin yang beralamat. Jl. Kalimas Duduhan/ Dk. Duduhan RT 02/ RW 05 Kelurahan Mijen Kecamatan Mijen Kota Semarang.