Minggu, 13 September 2015

Kegiatan Ekstrakurikulir

MELESTARIKAN BUDAYA DENGAN BERLATIH 
PENCAK SILAT PERSINAS ASAD

Dalam rangka melestarikan budaya Indonesia yaitu ilmu bela diri pencak silat dan memberikan pendidikan karakter kepada siswa-siswi maka TPQ Baitul Muqorobin mengadakan kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat Persinas ASAD.
Setiap Sabtu sore dan Minggu pagi siswa-siswi TPQ Baitul Muqorobin melaksanakan kegiatan ektrakurikuler yaitu pencak silat Persinas ASAD. Latihan dimulai jam 16.00 untuk hari Sabtu sore dan jam 06.30 untuk Minggu pagi, dengan lama latihan sekitar 90 menit. Khusu latihan Sabtu sore diikuti oleh siswa kelompok umur seusia SMP-SMA. Sementara untuk latihan Minggu sore khusus siswa-siswi seusia SD. Latihan diawali dengan pemanasan kemudian latihan jurus dan kembangan. Setiap akhir latihan peserta diberi extrafooding.
Dengan latihan pencak silat ini diharapkan siswa-siswi TPQ Baitul Muqorobin selain memiliki badan yang sehat juga mempunyai karakter disiplin dan sikap yang baik.


   
 

Jumat, 20 Februari 2015

Keutamaan Berwudhu

Meskipun, berwudhu tidak termasuk dalam Rukun Islam namun seorang Muslim wajib berwudhu sebelum shalat. Wudhu merupakan syarat sahnya sholat. Bukanlah shalat bila seseorang tidak berwudhu.
Selain itu amalan berwudhu juga memiliki keutamaan yang sangat besar. Sebagaimana tertulis dalam hadist Termizi No. 2, seorang Muslim yang sedang berwudhu maka rontoklah dosa-dosa yang telah dia perbuat bersama tetesan air wudhu.
1 – حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، ح وحَدَّثَنَا هَنَّادٌ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ [ص:6] وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ» ، قَالَ هَنَّادٌ فِي حَدِيثِهِ: «إِلَّا بِطُهُورٍ» . هَذَا الْحَدِيثُ أَصَحُّ شَيْءٍ فِي هَذَا الْبَابِ وَأَحْسَنُ. وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ، عَنْ أَبِيهِ، وَأَبِي هُرَيْرَةَ، وَأَنَسٍ. وَأَبُو الْمَلِيحِ بْنُ أُسَامَةَ اسْمُهُ عَامِرٌ، وَيُقَالُ: زَيْدُ بْنُ أُسَامَةَ بْنِ عُمَيْرٍ الْهُذَلِيُّ
[حكم الألباني] : صحيح
… Ibni Umar meriwayatkan dari Nabi s.a.w., Nabi bersabda: “Tidak diterima shalat yang tanpa bersuci (berwudhu), dan shodakoh tidak diterima dari hasil curian”. Al-hadist
Hadist Sunan Termizi No. 1 Abwabu Thoharoh
2 – حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُوسَى الْأَنْصَارِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْنُ بْنُ عِيسَى الْقَزَّازُ [ص:7] قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، ح وحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ، أَوِ الْمُؤْمِنُ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَتْ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِأَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ،
[حكم الألباني] : صحيح
… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ketika seorang hamba Muslim atau Mukmin berwudhu, maka ia membasuh wajahnya keluarlah dari wajahnnya setiap kejelekan yang telah dilihat matanya bersama air wudhu – atau bersama tetesan akhir air wudhu … al-hadist

Hadist Sunan Termizi No. 1 Abwabu Thoharoh
Shalat Malam

Siapakah orang yang kuat? Dialah orang yang merutinkan shalat malam dan berdoa. Orang yang biasa sholat dan berdoa malam hari bisa dipastikan kedekatannya dengan Allah sehingga tidak mudah tergoda untuk berbuat buruk dan maksiat. Sholat dan berdoa malam adalah perbuatan orang-orang sholeh jaman dahulu. Sholat malam dapat mencegah perbuatan dosa dan menolak penyakit dalam tubuh.
Orang yang tidak pernah bangun dan sholat malam pada hakekatnya telah dikalahkan dan direndahkan oleh syetan, seperti diterangkan dalam Hadist Shohih Bukhari No. 1142 Kitabul Jumu’ah.
1142 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ، فَارْقُدْ فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ»
… Abu Hurairah meriwayatkan: sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Syetan mengikat tengkuk kepala kalian ketika tidur dengan tiga ikatan, dia (syetan) menetpuk-nepuk setiap ikatan dan berkata: ‘Malam masih panjang untukmua maka tidurlah! Jika kamu bangun dan zikir kepada Allah naka lepaslah satu ikatan, kemudian jika kamu berwudu maka lepas lagi satu ikatan, kemudian jika kamu shalat maka lepaslah satu ikatan, maka kamu pagi hari menjadi orang yang bersemangat, jika tidak pagi hari ia merugi dan malas”.[Hadist Shohih Bukhari No. 1142 Kitabul Jumu’ah]
 Shalat malam merupakan salah satu amalan sunah yang sangat ditekankan dalam Islam. Amalan shalat malam memiliki manfaat dan kefadlolan yang sangat besar.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ [ص:553] قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنْ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ»
… sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Kalian tetapilah shalat malam, sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, dan sesungguhnya shalat malam itu mendekatkan kepada Allah, mencegah perbuatan dosa dan menghapus dosa-dosa serta menolak penyakit dari tubuh.
[Hadist Termizi Kitabu Da’awat]
3251 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ عَوْفٍ، عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ، قَالَ: لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ، انْجَفَلَ النَّاسُ قِبَلَهُ، وَقِيلَ: قَدْ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَدْ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ، قَدْ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ ثَلَاثًا، فَجِئْتُ فِي النَّاسِ، لِأَنْظُرَ، فَلَمَّا تَبَيَّنْتُ وَجْهَهُ، عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهِ كَذَّابٍ، فَكَانَ أَوَّلُ شَيْءٍ سَمِعْتُهُ تَكَلَّمَ بِهِ، أَنْ قَالَ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ، وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ» __________ [حكم الألباني] صحيح

Nabi bersabda: “Wahai manusia, tebarkanlah salam, memberilah makan, sambunglah famili, dan shalatlah malam hari ketika manusia sedang tidur, masuklah surga dengan selamat”